Oleh:

Iedul Fitri dan Misi Hidup Manusia

Iedul Fitri berasal dari kata ied (kembali, hari raya) dan fithri (pemecahan), memiliki akar kata yang sama dengan 'fitrah' yang didefinisikan dalam kamus Al-Munjid sebagai: “sifat yang dengannya setiap ciptaan yang ada (al-maujud) disifati sejak awal waktu penciptaannya. Lihat Ar-Ruum [30]:30, setiap manusia harus berjuang untuk kembali fitrah, yakni membaca diri untuk mengenali misi hidup untuk apa dia diciptakan.

Continue Reading

Oleh:

Keutuhan Lahir-Batin Dalam Beragama

Pada zaman Rasulullah SAW dan para sahabat, syariat lahiriah dan syariat batiniah menyatu dalam diri seorang hamba Allah. Namun dalam perkembangan politik dan ekonomi umat Islam, banyak kaum muslimin terlarut oleh kehidupan dunia. Hal itu menimbulkan perlawanan oleh beberapa orang yang memilih hidup menjauhi dunia. Dan mulailah keterpisahan antara kaum yang menikmati kemewahan dunia dengan menjaga syariat lahir, dan kaum yang menjauhi kenikmatan dunia dengan menekankan syariat batin.

Continue Reading

Oleh:

Menemukan Cermin Diri pada Ajaran Para Wali

Mengenai langkah yang harus dijalani, janganlah kamu berlebihan, hiduplah dengan bersahaja, jangan sombong dalam berbicara, dan jangan berlebihan terhadap sesama manusia. Itulah langkah sempurna yang sejati. Bertapa di gunung atau di gua itu akan menjadikanmu takabur,lakukanlah tapa di tengah ramainya manusia. Milikilah sikap luhur dan maafkanlah orang yang salah. Hanya itulah langkah yang sejati -- Naskah Martasinga

Continue Reading