Oleh:

Kisah Sahabat: Abdullah bin Mas

Di masa mudanya, ia seorang penggembala. Tatkala itu, belumlah balig usianya, disusurinya jalan-jalan setapak di bukit, jauh dari keramaian orang-orang di Mekkah, untuk menggembalakan domba-domba milik Uqbah bin Mu'aith, salah seorang kepala suku Quraisy. Orang-orang memanggilnya "Ibnu Ummi Abd" — anak dari budak perempuan. Namun namanya yang sebenarnya adalah Abdullah, dan ayahnya bernama Mas'ud.

Continue Reading

Oleh:

Catatan Mursyid: Yang Tertulis di dalam Alwaah Nabi Musa a.s.

Dalam bahasa Al-Qur’an, alwaah adalah kata benda jamak dari lauh-lauh (loh-loh), yang dalam peristiwa Nabi Musa alaihis-salaam wujudnya berupa dua bilah papan batu, di mana pada keempat muka dari lauh tersebut terpahat serangkaian Firman-Nya. Al-alwaah tersebut kemudian Allah berikan kepada Nabi Musa a.s. setelah ia bermunajat di atas Bukit Sinai (Thursina) selama 40 malam.

Continue Reading

Oleh:

Kisah Sahabat: Sa

Sampailah kita di sebuah kota kecil di lembah padang tandus yang sempit. Tiada tetumbuhan di sana. Tak ada ternak, atau kebun, atau sungai-sungai. Padang pasir yang luasnya tiada bertepi, telah mengasingkannya dari dunia sekitar. Kala siang hari, panasnya tak tertahankan. Dan malam begitu senyap. Suku-suku manusia mengerumuninya bak buruan di tanah tak bertuan, mendatangi sumur mata airnya. Tak ada pemerintahan yang mengatur di sana. Tak ada agama yang membimbing manusia selain pemujaan pada batu-batu.…

Continue Reading

Oleh:

Kisah Sahabat: Abu Dzar Al-Ghifari

Di lembah Waddan, sebuah tempat yang menghubungkan Mekkah dengan dunia luar, tersebutlah sebuah suku bernama Suku Ghifar. Suku ini hidup dari upeti rombongan-rombongan dagang yang hilir mudik antara Syria dan Mekkah. Mereka akan menyerang rombongan-rombongan itu bilamana tidak mendapatkan apa yang dibutuhkannya. Jundub bin Junadah, juga dipanggil Abu Dzar, adalah salah seorang anggota suku ini.

Continue Reading